FRANKI INDRASMORO RILIS “VICTORY SONG” — SEBUAH SERUAN KEMENANGAN DIRI
SIARAN PERS
FRANKI INDRASMORO RILIS “VICTORY SONG” — SEBUAH SERUAN KEMENANGAN DIRI
Jakarta, November 2025 — Menyambut usia ke-50 pada Januari mendatang, musisi sekaligus mantan drummer NAIF, Franki Indrasmoro, mempersembahkan karya terbarunya berjudul “Victory Song.”
Lagu instrumental bergaya Indorock ini menjadi simbol dari semangat, perjalanan panjang, dan kemenangan pribadi seorang seniman yang terus tumbuh tanpa kehilangan jati dirinya.
Ditulis pertama kali pada tahun 2008 di masa keemasan NAIF, Victory Song kini dirilis kembali dalam versi remastered sebagai bagian dari album solo Franki yang akan datang, bertajuk Revisi Diri.
Tanpa lirik, lagu ini berbicara lewat irama — memadukan nuansa rock klasik, sentuhan film-film Western klasik, dan groove optimistik yang khas Franki.
“Buat aku, Victory Song adalah cara merayakan kemenangan atas diri sendiri. Bukan soal mengalahkan orang lain, tapi tentang berdamai dengan perjalanan hidup,” ujar Franki.
Dengan aransemen yang mengalir penuh energi dan karakter suara drum yang kuat, Victory Song menjadi pengingat bahwa kemenangan sejati datang dari keberanian untuk terus melangkah, meski jalan yang ditempuh penuh jatuh bangun.
Visual cover-nya yang minimalis — huruf “V” hitam-putih bergaya goresan tinta — melambangkan kesederhanaan namun penuh makna: simbol perjuangan yang lahir dari coretan kehidupan.
Rilisan ini menandai babak awal dari rangkaian karya dalam album Revisi Diri, yang akan menampilkan 12 lagu hasil perjalanan musikal Franki selama hampir tiga dekade.
“Setiap lagu di album ini adalah potongan hidupku. Victory Song kubuka sebagai pengingat: aku masih di sini, dan aku masih punya banyak cerita,” tambahnya.

Tentang Franki Indrasmoro
Dikenal sebagai drummer dan salah satu pendiri band legendaris NAIF, Franki Indrasmoro telah menorehkan karya dan warna tersendiri di dunia musik Indonesia sejak 1995. Setelah perjalanan panjang bersama NAIF, Franki kini berfokus pada proyek-proyek solo yang ke depannya akan meliputi musik, film, dan komik — menjembatani seni lintas medium dengan gaya khasnya yang kalem namun reflektif.





