TIME TO GO OUT

Salam, guys. Semoga elo dan keluarga sehat semua. Alhamdulillah, gue dan keluarga sejauh ini sehat. Setahun lebih sekian hari sudah kita lewati masa pandemi Covid-19 ini. Gimana kehidupan lo? Udah mulai berani keluar rumah, beraktifitas seperti normal adanya? Kalo memang udah mulai keluar rumah, jangan lupa untuk selalu jaga protokol kesehatan, ya.

Gue sendiri masih di rumah aja selama ini. Dalam setahun sangat bisa dihitung aktifitas gue di luar rumah. Yang rutin palingan ke rumah anak gue (sekitar 14 hari sekali), sisanya di rumah aja. Selain memang untuk menjaga keamanan diri gue dan keluarga, kebetulan memang pekerjaan-pekerjaan gue bisa dikerjakan di rumah. Baik itu pekerjaan komik, atau musik. Sering gue merasa beruntung punya kesibukan yang bisa dilakukan di rumah; dan gue salut sekali dengan mereka yang bekerja keluar rumah di masa yang nggak aman ini. Semoga kita semua diberkati dengan kemudahan dan perlindungan.

Omong-omong soal keluar rumah, sepertinya dalam minggu ini gue akan bekerja di luar rumah untuk pertama kalinya, melakukan rekaman proyek musik gue, FNF (Frank Nā€™ Friends). Yes, gue semangat banget ngelakuin ini!

Jadi FNF berencana akan merilis single kelima, guys. Semoga sekitar Juni nanti. Setelah beberapa waktu lalu udah nyetor tabungan empat single di platform-platform digital, gue merasa sepertinya pertengahan tahun 2021 adalah saat yang pas untuk setor satu lagu lagi. Seperti single keempat lalu yang berjudul Virusku (featuring Abdul & Horas dari The Coffee Theory), single berikut FNF kebanyakan direkam secara jarak jauh. By remote, kalo istilah jaman sekarang.

Untuk rekaman kali ini gue diperbantukan Dodit, pemain bass lagu Stupid Jazz Players-nya FNF, yang juga ngeband bareng gue di RAKSASA; dan Ria Antika, istri Dodit yang juga seorang pemain drum. Mereka berdua juga bikin proyek musik yang bernama Seruang. Cek karya-karya mereka deh.

Sedangkan gitar dimainkan oleh mas Turi Ismanto, gitaris grup progressive rock Pendulum.

Terima kasih kepada teknologi yang memudahkan proses rekaman ini. Gue memonitor dari rumah untuk semua isian Ria, Dodit dan Turi. Mereka pun merekam instrumen mereka dari kediaman mereka masing-masing. Nah, sedangkan untuk rekam vokal utama nanti sepertinya gue perlu memantau langsung. Beda dengan lagu-lagu FNF sebelumnya, vokalis di single kelima ini adalah dua orang anak muda perempuan yang gue baru kenal ā€“ walaupun udah cukup tau karakter mereka saat dengarkan demonya. Dan lagi, mereka pun merasa perlu kehadiran gue untuk mengarahkan. Jadi, saatnya gue beranikan diri keluar rumah.

Satu lagi perbedaan unik di single berikut FNF; yaitu, nggak ada permainan drum gue sama sekali. Nggak kayak yang sebelum-sebelumnya. Hehehe. Di sini gue murni bertindak sebagai produser, songwriter, dan music director. Unik, kan?

Sayangnya gue belum bisa kasih tau siapa para vokalisnya. Yang pasti ini adalah sebuah tantangan yang seru! Tunggu aja informasi selanjutnya di www.fnfproject.com, guys.

Cheers!