Eforia Itu Masih Ada (Sebuah Catatan Pesta Peluncuran Setan Jalanan #1)

Alhamdulillaah… Lega. Itu yang gue rasakan tadi malam begitu nyampe rumah. Lelah, tapi semua terbayar dengan senyum puas. Launching Setan Jalanan (SJ) #1 yang diadakan di Tokove Kemang kemarin, Rabu, 21 Mei 2014, berjalan dengan lancar. Walaupun tempat nggak besar dan tamu undangan nggak terlalu banyak, tapi esensi dari perayaannya dapet banget. Semua rekan media yang hadir begitu antusias dan apresiatif. Dan nggak gue mengejutkan, terlihat beberapa wajah kawan yang nggak gue sangka akan hadir malah nongol di situ. Menambah hangat suasana.

Sampai saat ini, gue ngetik tulisan ini masih sambil tersenyum puas. Eforia itu masih ada. Hehe.

Acara yang seharusnya dimulai jam 3 sore itu baru digelar 1 jam kemudian. Hal itu dikarenakan, selain rekan-rekan media masih belum terlalu banyak yang hadir, beberapa narasumber pun belum datang. Haryadhi sang illustrator Setan Jalanan, dan Wendi Putranto, senior editor Rolling Stone Indonesia yang gue undang sebagai narasumber tamu, belum juga hadir. Ah, bahkan sang MC juga belum nongol. Semua alasannya sama: macet. Tampaknya memang kemacetan di Jakarta semakin parah.

Kurang lebih jam 4 lebih 15 menit, acara baru dibuka. Sebagai pemanasan sebelum masuk menu utama, diadakan dulu sesi obrolan tentang pergerakan komik Indonesia yang sedikit banyak gue nilai mirip dengan pergerakan musik indie beberapa tahun silam. Bagaimana musik indie di negara kita ini sudah bisa benar-benar mandiri, dan bagaimana para komikus indie kita harus lebih banyak belajar dari para musisi dalam menyemangati diri. Tapi jangan terlalu tenggelam dalam semangat perorangan, tapi juga harus melek teknologi informasi, dan saling dukung satu-sama lain. Semua demi masa depan komik Indonesia, agar bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri lagi, dan mengalami masa kejayaan kembali.

Obrolan yang topiknya terkesan berat itu terkemas dengan ringan di bawah panduan rekan gue di FrankKomik, Aria Baja, yang memang gue akui piawai dalam hal-hal kayak begini.

Kurang lebih 20 menit talkshow pemanasan itu berlangsung, kemudian menu utama disajikan. Peresmian rilisnya komik SJ #1. Dibuka dengan pemutaran video klip soundtrack Setan Jalanan yang dikomposisi dan dinyanyikan RAKSASA, side band gue. Sengaja gue perdengarkan kembali lagu ini – setelah sebelumnya di launching SJ #0 bulan Januari lalu sudah diperkenalkan secara live band – untuk me-refresh ingatan orang-orang, sekaligus untuk kali pertama video klipnya dipertontonkan berjama’ah.

Setelah selesai pemutaran video klip yang disutradarai oleh kawan lama gue – Oktodia Mardoko – itu, acara dilanjutkan dengan penyerahan pertama komik SJ #1 secara simbolis kepada Wendi Putranto, oleh gue dan Simon Chandra selaku Pak Boss Cendana Art Media. Kemudian Haryadhi, illustrator komik SJ, dipanggil ke depan dan dilemparkan beberapa pertanyaan teknis seputar pengerjaan komik SJ. Setelah itu dilanjutkan dengan penjelasan gue seputar konsep SJ. Yaaah, seperti yang udah sering gue ceritakan sebelumnya. Intip aja di page:
http://frankiindrasmoro.com/projects/setan-jalanan.html .

Menu utama nggak berlangsung lama. Memang sebetulnya nggak terlalu penting lagi untuk menceritakan tentang project SJ ini, karena memang udah pernah dimention sebelumnya di berbagai media.

Terima kasih untuk Tokove Kemang atas kerjasamanya yang baik dengan FrankKomik untuk pengadaan acara launching SJ #1, terima kasih kepada Cendana Art Media, terutama Pak Simon Chandra, Beng Rahadian dan Errie, yang percaya penuh kepada gue bersama konsep Setan Jalanan ini, terima kasih kepada rekan gue di FrankKomik, Aria Baja, atas kerjasamanya yang bagus banget, terima kasih untuk bandmates gue, Emil NAIF dan Cumzky RAKSASA, atas kehadirannya, terima kasih untuk kawan-kawan yang nggak gue sangka akan hadir: Billy Pratomo Toyzaholic, Buluk Superglad, Wawan Juniarso, Dodit sang bassist additional RAKSASA, dan Luthfi Fatbozz.
Terima kasih kawan-kawan dari Mabua Harley-Davidson: Ardi, Mahatma, dan Andre. Dan tentunya nggak lupa gue ucapkan banyak terima kasih untuk keluarga gue. Terima kasih buah hatiku tercinta, Lumina, atas inspirasinya yang tiada henti. Terima kasih Ryant Mbek atas dukungannya, dan terima kasih Dian Pratiwi Wilyarti atas helm prototype Setan Jalanan yang sangat menginspirasi itu.

Komik Setan Jalanan dijual dengan harga Rp 38.000,- dan bisa kamu beli di Gramedia. Nah, kalau kamu udah baca komiknya, gue dan Haryadhi sangat menunggu komentar, kritik dan saran kamu. Silakan tulis ke Guest Book di blog gue aja (www.frankiindrasmoro.com), atau ke Wall Facebook akun Setan Jalanan (www.facebook.com/setanjalanan.indonesia).

Soundtrack Setan Jalanan dari RAKSASA sudah bisa diunduh secara gratis di Rolling Stone Indonesia:
http://rollingstone.co.id/read/2014/05/21/150949/2588492/1121/free-download-raksasa—setan-jalanan?lftheadline .

Preview komik Setan Jalanan #1 bisa kamu intip di:
http://rollingstone.co.id/readfoto/2014/05/21/151827/2588506/1112/1/inilah-bocoran-komik-setan-jalanan-karya-pepeng-naif?rsphoto .

Foto-foto suasana launching SJ #1 bisa dilihat di:
https://www.facebook.com/media/set/?set=a.735488729834549.1073741826.453728248010600&type=1 .

Selamat bertualang bersama Setan Jalanan!