Franki Indrasmoro Personal Page

You are here: Home

Cover KomikNAIF seri 4 Jerat-jerat Waktu

Selamat Datang

Siapa Saya?

Perkenalkan, nama gue Franki Indrasmoro Sumbodo. Mungkin Kawan-kawan semua lebih kenal gue selama ini sebagai drummer NAIF, band yang konon katanya perintis genre musik Retro di Indonesia masa kini.

Selamat datang di situs pribadi gue yang akan menampilkan kesibukan gue di luar NAIF. Silakan masuk, jangan malu-malu, anggap aja rumah sendriri. Nggak usah dibuka sepatunya, biarin aja… Pake aja.

Facebook Franki Indrasmoro : Facebook
Follow Franki Indrasmoro : Twitter

 
Joomla SEF URLs by Artio

Info & News

Jadwal NAIF dan RAKSASA Hari Ini (Rabu, 28 Maret 2012)
Rabu, 28 Maret 2012 14:50

Yes! Hari ini, jam 6 sore (Rabu, 28 Maret 2012) NAIF SABOTASE I RADIO lagi! Siaran langsung dari pelataran Gedung Sarinah, Jakarta. Sabotase hari ini adalah edisi khusus ulang tahun I Radio Network yang ke-11.

Selamat ulang tahun, I Radio. Semoga selalu sukses bikin top lagu-lagu Indonesia! Info tentang NAIF SABOTASE I RADIO hari ini bisa diintip di: http://www.naifband.com/baca-warta/1046/naif-hari-ini-(28_03_2012)--sabotase-ulang-tahun-i-radio/

Abis dari sabotase I Radio, langsung gue ngacir ke De Majors Radio, untuk siaran bareng RAKSASA, di program acara yang mirip konsepnya sama sabotase I Radio tadi. Namanya juga mirip: Sabotage. Yeah, anyway, siarannya De Majors Radio bisa didengerin secara online di www.demajorsradio.com (streaming).

Rock on!

 

 


 
PERJALANAN ITU PUN KINI BERAKHIR
Kamis, 26 Januari 2012 05:18

01:10 - Dengan ini saya umumkan bahwa @Time_Travellers sudah dinyatakan bubar secara resmi.

Itu isi tweet gue semalam di jam 01:10 dinihari. Ya, The Time Travellers, band Indorock yang gue geluti sejak 2010 itu akhirnya dinyatakan bubar secara resmi.

Setelah gue post tweet itu, banyak respon yang menanyakan kenapa bubar. Well, biasalaah… Anak band. Yang pasti bukan karena kesibukan gue di NAIF, RAKSASA, KomikNAIF dan beberapa proyek gue lainnya. Pembubaran The Time Travellers adalah hasil kesepakatan para personil dan manajemennya, resmi terhitung sejak 25 Januari 2012.

Jadi, perjalanan para penjelajah waktu telah berakhir di sini. Tapi, apakah pergerakan mempopulerkan genre Indorock berakhir juga? Tidak. Beberapa mantan personil The Time Travellers menghadirkan pengganti The Time Travellers di bawah nama Neo Indorock.

Well, good luck to Neo Indorock. Sukses menyertai kalian. Mungkin kita suatu hari akan berkumpul lagi, bahkan mungkin juga di bawah nama The Time Travellers lagi (mengingat gue yang bikin nama The Time Travellers dan logonya). Mengutip lirik lagu NAIF – Kontak Jodoh: “Kalau jodoh takkan lari ke mana.” Tapi nggak sekarang ini kali yee.. []

 

 

Diary Franki

Catatan yang Sangat Personal
Senin, 23 April 2012 13:28

Gue dan Mama (alm) 22 April 2012
Gue dan Mama (alm) 22 April 2012

Beberapa waktu lalu (tepatnya Jumat, 13/4/2012) ada seorang temen gue yang baru aja ditinggal wafat bokapnya. Sebetulnya udah sejak sebulan terakhir bokap temen gue memang udah terbaring di rumah sakit, koma. Diduga karena stroke. Gue pun – seperti biasa, sifat jelek gue – sempat menjanjikan untuk jenguk, tapi selalu dikalahkan sama ke-sok sibukan gue. Akhirnya gue baru sempat jenguk saat beliau udah meninggal.

Beberapa waktu lalu juga gue juga sempat mikir, betapa cepatnya waktu berjalan. Saat itu gue lagi memperhatikan Mina – anak gue – yang lagi asik main sendirian. Wah, udah besar ya anakku, begitu pikir gue. Berapa banyak waktu yang udah gue maksimalkan bersama dia? Berapa banyak waktu yang udah gue lewatkan? Karena, sekali kita udah melewatkan waktu,nggak akan bisa kita kejar lagi.

Ngomong-ngomong soal cepatnya waktu berlalu, gue baru inget juga kalo ternyata sudah genap dua tahun gue ditinggal mama gue tersayang, ke tempat peristirahatannya. Ya, tanggal 12 April kemarin adalah 2 tahun mama gue meninggal. Semoga jiwanya tenang di alamnya sekarang (aamiin).

Tulisan gue kali ini sepertinya sangat personal. Personal ngomongin tentang kehidupan pribadi gue, dan secara personal gue mengingatkan ke elo –  yang baca tulisan gue ini, termasuk diri gue sendiri – bahwa intinya di sini adalah: jangan menunda-nunda waktu kita, karena kita nggak akan tau apa yang ada di depan kita. Kita nggak akan pernah tau kapan jiwa ini masih ada di tubuh kita, kita nggak akan pernah menyangka orang yang kita sayangi akan pergi dari kita secepat itu, dan banyak hal lain yang nggak terpikirkan oleh kita itu bisa aja terjadi.

Hidup itu penuh kejutan, Kawan.

 

Jakarta, 23 April 2012

 

 

 
INDONESIA RAYA… MERDEKA!
Sabtu, 24 Maret 2012 21:40

Siapa yang gerah dengan kondisi di negara kita Indonesia ini? Pemerintah yang korup, sistem berantakan, kericuhan di mana-mana, polusi udara, suara dan kemacetan menyebar ke pelosok kota besar, kriminal tak terbendung, rawan bencana alam. Seperti layaknya supermarket, semua ada di tanah air kita ini. Tapi apakah semua itu harus bikin kita jadi skeptik dan benci terhadap negara kita sendiri?

Pantaskah kita benci terhadap tanah air kita sendiri? Pantaskah kita menghujat negara tempat kita dilahirkan , dibesarkan dan mencari nafkah ini? Memang, banyak orang yang di pemerintahan sana yang bejat. Cuma mikirin perut dan urusan bawahnya aja. Tapi, kembali lagi ke pertanyaan gue tadi:  apakah semua itu harus bikin kita jadi skeptik dan benci terhadap negara kita sendiri?

Belakangan ini gue jengah dengan ocehan orang-orang di social media, bagaimana mereka kecewa terhadap kebobrokan Indonesia. Bukan apa-apa, gue juga kecewa – sama kecewanya dengan mereka – kalo udah ngomongin soal pemerintah kita. Tapi gue piker-pikir lagi, sepertinya nggak pantas aja kalo kita terlalu mengumbar kebencian kita terhadap negara kita. Padahal justru saat ini yang paling dibutuhkan di tiap kepulauan dari Sabang sampai Merauke ini adalah persatuan dan kesatuan. Kalo kita udah tercerai berai, akan sangat mudah disusupi berbagai serangan dari luar.

Tolong pikir-pikir lagi deh, Kawan.

 

 

YTS: IBU
Jumat, 02 Maret 2012 02:59

Kemarin tanggal 1 Maret adalah hari ulang tahun mendiang mama gue tersayang. Udah masuk tahun ke-2 gue peringati hari kelahiran mama sepeninggal beliau. Rasa kangen mendera gue, dan yang selalu terbayang di mata gue adalah saat terakhir kali gue liat beliau sadar – sebelum akhirnya collaps selama sekitar sebulan, kemudian meninggal.

Waktu itu di rumah sakit di Bekasi, tempat mama dirawat, tiba-tiba gue dipanggil mamanya Mina (anak gue) ke kamar rawat inap saat gue baru aja turun ke jalan untuk berangkat kerja, sehabis jenguk mama. Katanya, mama kejang-kejang. Beberapa saat sebelumnya padahal masih sadar, walaupun agak sedikit nanar matanya dan tubuhnya agak kejang ringan. Kami sekeluarga saat itu belum tau apa penyakit yang diderita mama. Yang gue inget, di hari gue jenguk mama itu, gue sempat nangis ngeliat kondisi beliau. Masih sadar, tapi nggak bisa ngomong lagi. Cuma bisa senyum tipis dan merespon komunikasi kita lewat mata dan ekspresi wajah.

Begitu gue dapet kabar itu, langsung gue lari naik ke kamar rawat inap lagi. Sesampainya di kamar, gue liat mama kejang hebat. Semua tim medis langsung siap-siap mengevakuasi beliau ke ruang intermediate. Sementara semua perawat sibuk, gue menghampiri mama yang bergoncang keras dengan mata terpejam itu. Sekitar hidung dan mulutnya dipasang alat pernafasan. Gue deketin mulut gue ke telinga beliau, lalu gue bisikkan doa-doa. Maksud gue untuk menuntun, biar beliau nggak lupa untuk selalu mengingat Sang Pencipta. Tiba-tiba di antara goncangan tubuhnya dan bisikan doa gue, mata mama terbuka, lalu tubuhnya bangkit dan bergumam keras. Matanya menatap gue dalam. Sayang, tangannya nggak bisa meraih gue karena diikat di ranjang. Gumamannya keras, tapi nggak jelas. Gue bingung dan takut. Nggak bisa apa-apa. Yang gue lakukan cuma satu, memperkeras bacaan doa gue. Berharap mama juga ikut melafalkannya. Setelah itu, nggak lama kemudian mama kembali “tertidur”. Kali ini tanpa ada kejang-kejang lagi. Diam.

Sejak itulah mama nggak pernah siuman lagi, sampai akhirnya wafat beberapa minggu kemudian, di bulan April 2010. Saat-saat tadilah yang selalu membayangi gue saat gue inget mama.

Ma, selamat ulang tahun. Semoga Mama di alam sana diberi ketenangan dan tempat yang baik oleh-Nya, dan kelak kita semua akan berkumpul kembali di tempat yang baik pula, beserta orang-orang yang baik. Maafkan anakmu ini yang dulu kurang berbakti semasa Mama hidup. Semoga Allah SWT mengampuni kita semua. Aamiin.

 

 

Menunggu
Selasa, 24 Januari 2012 00:30

Menunggu…

Seringkah kalian dalam posisi menunggu? Sebel? Kesel? Bete? Hahaa… Iya, gue ngerti banget. Menunggu adalah pekerjaan paling dibenci kebanyakan orang. Tapi sebetulnya secara nggak sadar menunggu itu sangat berguna untuk kita.

Menunggu – bagi gue sekarang ini – adalah sebuah terapi. Kok terapi? Nah, mari kita ngomongin soal tunggu-menunggu.

Gue bukan orang yang sering tepat waktu. Bahkan banyak orang udah ngecap gue itu orang yang suka ngaret. Jadi gue lebih banyak ditunggu orang dari pada menunggu.

Awalnya gue adalah orang yang tepat waktu, saat gue masih di bangku SMP dan SMA. Tapi karena sering dibikin menunggu oleh teman-teman gue, akhirnya gue memutuskan untuk pelan-pelan agak ngaret dikit. Eeh, lama-lama malah gue jadi tukang jualan karet beneran. Hahahaa..

Tapi bukan berarti gue nggak pernah dalam posisi menunggu. Dan gue sama sekali nggak keberatan kalau disuruh menunggu. Dalam banyak hal gue pun sering dalam posisi menunggu. Terutama dalam berproses sesuatu.

Menunggu adalah bagian dari proses sesuatu kegiatan yang sedang atau akan kita lakukan, demi tercapainya tujuan kita – apapun tujuan kita itu. Dan untuk itu, dibutuhkan kesabaran. Karena itu tadi di atas gue bilang bahwa menunggu itu bagi gue adalah sebuah terapi. Terapi melatih kesabaran kita untuk meraih segala tujuan kita.

Setiap orang dalam hidupnya pasti punya tujuan. Beberapa malah punya banyak tujuan. Termasuk gue. So, setuju nggak kalo gue anggap bahwa kita semua ini sekarang dalam proses menunggu? Jadi, untuk apa benci sama pekerjaan menunggu? Toh kita semua sekarang ini sedang melakukannya kok. []

 

 

RAKSASA… LET’S ROCK 2012!
Selasa, 10 Januari 2012 06:20


Memperkenalkan: RAKSASA. Band gue selain NAIF. Tanggal 26 November 2011 lalu band yang unsur rock-nya kental ini baru aja ngerilis album. Udah tau? Belum? Hmm… Kalau belum, berarti kalian perlu mampir ke blog kami (www.raksasaband.wordpress.com) dan mengunduh beberapa lagunya. Gratis kok.

Gue masih inget banget… dulu, bulan Agustus tahun 2008, betapa bersemangatnya gue, Iman Fattah, Adrian Adioetomo (Ian), beserta dua mantan personil RAKSASA – Sammy Bramantyo (Seringai) dan Eka Annash (Brandals) – untuk ngejalanin band yang terbentuk secara nggak sengaja ini setelah dipertemukan dengan sengaja oleh mas Adib Hidayat (Rolling Stone Indonesia) di sebuah kegiatan sosial.

Sehabis manggung di acara yang disiarkan di tivi swasta nasional juga itu – ngebawain lagu Raksasa milik God Bless, yang langsung mendapat applause luar biasa di sana – kami langsung ngerasa sreg satu sama lain untuk nerusin band yang awalnya bernama Indie All Stars ini (hehe, namanya agak “berat” kayaknya), dan rutin latihan di studio.

Gue inget banget juga, setahun kemudian (2009) gue ngumpulin Iman dkk lagi setelah beberapa bulan vakum, untuk lebih ngeseriusin proyek kami yang kemudian diganti namanya jadi RAKSASA PROJECT ini. Kata “Raksasa” –nya diambil dari judul lagu God Bless yang kami bawakan di panggung pertama kami setahun sebelumnya. Dan inget banget juga akan rencana awal kami bikin album covering lagu-lagu Indonesia lawas yang diaransemen ulang jadi rock. Juga nggak akan pernah lupa moment tahun 2010 awal, saat akhirnya Sammy dan Eka memutuskan untuk mundur dari project lantaran kesibukan band mereka masing-masing, yang selanjutnya membuat takdir mempertemukan kami dengan Adi Cumzky (Fable) dan Bonny Sidharta (Dead Squad) sehingga nama RAKSASA PROJECT berganti menjadi RAKSASA. Sejak itulah gue bersama formasi baru band ini memutuskan untuk bikin album dengan materi lagu sendiri.

Semua masih tersimpan utuh di salah satu folder otak gue, dan nggak terasa RAKSASA udah berjalan masuk ke usia 3 tahunnya Agustus 2011 lalu. Album pertama (semoga bukan jadi yang terakhir) pun diluncurkan dengan sukses di akhir tahun kemarin.

Puas? Iya… sejauh ini. Karena pada akhirnya keinginan terpendam gue untuk mainin musik rock lagi – seperti jaman SMA dulu – bisa terwujud. Dan, kebetulan, walaupun akar musik rock-nya beda-beda, tiap personil RAKSASA punya reaksi kimia yang bisa bersenyawa satu sama lainnya. Jodoh? Mungkin. Di band ini, gue ngerasa muda lagi. Proses kreasinya mirip banget kayak NAIF di era awal berdiri (1995). Semua lagu RAKSASA dalam album debut kami ini adalah hasil jam session di studio. Dan yang asiknya, sempat kami berhasil mengkomposisi 3 lagu dalam 1 sesi latihan (3 jam). Yah, lagi dapet aja moodnya mungkin saat itu.

Well, sekarang udah masuk tahun 2012. Apa rencana RAKSASA? Kami berencana untuk gaspol! Dimulai dari mana? Promo album, pastinya! Dulu, di awal 2011 kami sempat merilis single pra album, sebuah lagu berjudul Pesawatku Delay (versi demo) – lagu perkenalan dirinya RAKSASA. Lalu di pertengahan 2011, single kedua pra album berjudul Insomnia diluncurkan. Alhamdulillah, dua lagu tadi mendapat respon positif dari banyak orang. Bikin kami semangat, pastinya! Naah, setelah album rilis, tibalah saatnya untuk shooting videoklip. Rencana shooting klip dilakukan di bulan Januari ini, dan (seharusnya) bisa mulai ON di bulan Februari.

Di antara Pesawatku Delay dan Insomnia, mana kira-kira yang asik untuk dibikin klipnya ya? Anyway… Wish us luck yaa!

 

 

 

 

You are here: Home