RAKSASA SIAP MENAKLUKKAN DUNIA!

Hehehe… Agak sombong judulnya ya? Hehe… Padahal sih Taklukkan Dunia adalah salah satu judul lagu RAKSASA.

Beberapa waktu lalu, tepatnya hari Minggu, 7 Agustus (2011, tentunya!) gue berfoto sesi bareng RAKSASA. Seperti yang tercantum di http://frankiindrasmoro.com/2010/raksasa.html, dalam waktu dekat ini band gue bareng Iman Fattah, Adrian Adioetomo (Ian), Bonny Sidharta dan Adi Cumi ini – insya Allah – akan mengeluarkan single kedua pra album (setelah tahun lalu ngeluarin Pesawatku Delay versi demo) yang judulnya Insomnia.

Fotosesi yang dioperasikan oleh Dedidude itu berlangsung aman, nyaman dan sejahtera. Fotosesi untuk apa sih? Yaa, untuk album! Yep, insya Allah – kalo nggak ada halangan – RAKSASA mau minta ijin ngerilis album nih, sekitar bulan September atau Oktober tahun ini juga. Kemarin sambil foto-foto kami semua sekalian ngedengerin (untuk pertama kalinya) hasil mastering debut album kami ini, yang rencananya mau dikasih label selftitled aja. Hasil mixing dan mastering bang Joseph Manurung (Blessing Studio) terasa nendang. Memuaskanlah, mengingat gimana perjalanan rekaman RAKSASA yang cukup rumit.

Rumit apanya? Hehehe… Ini dia nih! Gue mau share sekalian soal perjalanan rekaman RAKSASA. Mungkin kalau kalian dengar bahwa RAKSASA adalah bandnya Pepeng NAIF, Iman Fattah sang gitaris unik di Zeke And The Popo dan Tika And The Dissidents yang anaknya seorang Opa Rock – Donny Fattah God Bless, Adrian Adioetomo yang solois blues keren, Adi Cumi yang legend di kalangan indie Jakarta dengan band Fable-nya, juga Bonny Sidharta mantan anggota Tengkorak yang sekarang lagi hip dengan Dead Squad-nya yang cadas, kalian akan menganggap band kami ini band yang “wah”, setidaknya aman secara finansial alias modal untuk rekaman. Well, gue kasih tau sekarang… No! Hahahaa… Ya, RAKSASA mungkin terdiri dari “orang-orang lama” di musik… Secara individu. Tapi, saat kami menjadi satu di RAKSASA, kami berniat untuk menjalankan band ini seperti layaknya band baru. Biar lebih bersemangat, sambil mengingat masa-masa muda dulu, saat darah kami dipenuhi adrenalin tinggi untuk ngeband. Nabung dulu untuk membiayai rekaman, mixing dan mastering. Itu yang RAKSASA lakukan. Gue inget banget, tahun 2010 lalu kami sempat beberapa kali giat ngamen, dan keseluruhan hasilnya ditabung. Dan, alhamdulillah kami berhasil menjalankannya.

Proses rekaman RAKSASA itu berjalan satu tahun lebih. Lama di apanya? Yaa, di nabungnya dan berbagai macam kendala yang perlu diakal-akalin itu. Dalam perjalanan RAKSASA menuju album pertama ini, kami juga banyak dibantu oleh teman-teman kami. Untuk drum take, gue ngerjainnya di T en T Studio, Kelapa Gading (Jakarta). Studionya milik temen lama gue, Taufik Sanjaya, dan operator rekamnya juga temen nongkrong gue dulu saat sering main di Kelapa Gading, Caturadi Septembrianto (Catur AVA – dulu Frezia). Untuk sesi gitar Ian juga beberapa kali diadakan di Rossi Studio, Fatmawati (Jakarta), dengan sumber daya temen-temen juga. Iman melakukan rekaman untuk dirinya di rumahnya sendiri, dengan berbekal Macintosh-nya, Bonny juga merekam bass di studio temen kami juga, Bee Sound (milik mas Bison), bareng sama vokalnya Cumi, yang sebagian sisanya juga dilakukan di studio milik Aroel Stereomantic… teman kami juga. Bahkan, untuk setiap sesi latihan kami juga dikerjainnya di rumah temen juga, neng Kartika Jahja (Tika And The Dissidents). Kalau nggak ada mereka-mereka itu, mungkin banget RAKSASA nggak akan pernah rekaman. Sampai akhirnya kami bisa mixing dan mastering pun, kalo nggak ada teman kami, band Joseph Manurung, juga mungkin album RAKSASA nggak akan selesai sekarang. Bahkan kalo nggak ada mas Dedude untuk foto, album RAKSASA mungkin nggak ada fotonya. Dan dari sisi disain album, kalau mas Adi Cumi nggak berinsiatif untuk ngedisain, mungkin album RAKSASA yang udah jadi itu nggak akan ada covernya! Hahahaa… Terima kasih atas supportnya selama ini kepada RAKSASA, teman-teman sekalian.

Apa yang menjadi kenikmatan dari sebuah usaha? Pada saat akhirnya kita menikmati hasil jerih payah kita, maka tingkat kenikmatannya berkali-kali lipat dibanding suatu kegiatan yang minim usaha. Dan itu yang gue dan teman-teman RAKSASA alami sekarang. Pada saat kami mendengar hasil mastering album, kami cukup puas dengan hasil kerja kami selama ini. Alhamdulillah.

Suasana akhir fotosesi album RAKSASA kemarin terekam di jepretan iPhone milik mas Dedidude himself, di http://raksasaband.wordpress.com/2011/08/07/photo-session-by-dedidude/ — Silakan diintip.

Terima kasih juga untuk mas Dedidude dan istri, Acid, yang udah berbaik hati minjemin rumahnya untuk jadi lokasi pemotretan kami. Hehehe.. Maaf, bikin berantakan rumah kalian.